Tidur Siang Kurangi Risiko Penyakit Jantung Koroner dan Stres
Tidur siang sering kali dianggap sebagai bentuk kemalasan yang dapat menghambat produktivitas seseorang. Padahal, aktivitas beristirahat ini menyimpan beragam dampak positif yang signifikan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sejumlah riset membuktikan bahwa menyempatkan diri untuk tidur siang memiliki efek baik bagi tubuh. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu menjaga performa dan kesehatan organ jantung.
Dikutip dari Detik Health, terdapat beberapa studi ilmiah yang mengulas korelasi positif antara kebiasaan tidur siang dengan kondisi kesehatan jantung manusia dari tahun ke tahun.
Penelitian pada tahun 1988 terhadap masyarakat di Yunani mengungkapkan, individu yang terbiasa tidur siang memiliki risiko lebih rendah mengidap penyakit jantung koroner. Studi yang dirilis melalui Medical News Today ini menjadi fondasi awal bagi riset berikutnya.
Selanjutnya, riset tahun 2007 oleh Harvard School of Public Health bersama peneliti Yunani menganalisis data 23.000 orang. Hasilnya menunjukkan, tidur siang rutin menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 37 persen.
Manfaat penurunan risiko tersebut dinilai setara dengan efek positif dari penerapan pola makan sehat, penurunan kadar kolesterol, ataupun aktivitas olahraga yang dilakukan secara teratur.
Kendati demikian, analisis dalam jurnal Heart pada tahun 2019 menerangkan bahwa frekuensi berkontribusi besar pada hasil akhir. Studi terhadap 3.500 orang tanpa riwayat kardiovaskular mendeteksi manfaat optimal pada frekuensi tertentu.
Tidur siang sebanyak satu hingga dua kali dalam sepekan mampu memangkas risiko gangguan kardiovaskular seperti gagal jantung hingga 48 persen. Namun, efek protektif ini justru menghilang pada individu yang tidur siang enam sampai tujuh kali seminggu.
"Frekuensi tidur siang dapat membantu menjelaskan temuan yang berbeda mengenai hubungan antara tidur siang dan kejadian penyakit kardiovaskular," kata Nadine Häusler, PhD selaku penulis utama penelitian tersebut.
Durasi dan Waktu Istirahat yang Ideal
Spesialis paru dan ahli tidur dari Los Angeles, Dr Raj Dasgupta, menjelaskan bahwa momentum terbaik untuk tidur siang berada di antara pukul 12.00 hingga pukul 14.00.
Durasi yang direkomendasikan oleh para ahli adalah sekitar 15 sampai 20 menit, dengan batasan maksimal tidak melebihi waktu 30 menit.
Istirahat yang melewati angka 30 menit berpotensi memicu inersia tidur. Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa linglung, grogi, serta mengalami penurunan fungsi kognitif sesaat setelah terbangun.
Bahkan, durasi tidur siang yang mencapai satu jam atau lebih lama justru berkorelasi pada peningkatan risiko gangguan kardiovaskular bagi tubuh.
"I wishing Anda tetap berada dalam tahap tidur yang lebih ringan karena jika tidur siang terlalu lama, Anda mungkin terbangun dengan perasaan yang lebih buruk," ujar Raj.
Khasiat Lain untuk Kesehatan Tubuh
Melansir data dari WebMD, rutinitas tidur siang tidak sekadar berdampak baik pada organ jantung saja, melainkan juga menyimpan berbagai fungsi alternatif lainnya.
Pertama, aktivitas ini membantu mengoptimalkan penyimpanan memori dan kemampuan otak dalam mengingat hal-hal yang baru dipelajari, serta menjaga kemampuan motorik maupun verbal.
Kedua, beristirahat sejenak efektif memperbaiki suasana hati yang lelah secara emosional. Relaksasi saat berbaring memberikan stimulus positif pada mood meski seseorang tidak benar-benar terlelap.
Ketiga, tidur siang selama 20 menit mampu mendongkrak tingkat kewaspadaan sekaligus mengusir rasa kantuk yang biasanya melanda setelah mengonsumsi makan siang.
Keempat, istirahat selama 30 menit diyakini para pakar dapat meminimalkan tekanan stres harian sekaligus meningkatkan kualitas sistem imunitas tubuh.
Korelasi Kualitas Tidur dan Beban Kerja Jantung
Pemenuhan waktu istirahat yang berkualitas memegang peranan krusial bagi ketahanan organ kardiovaskular. Hal ini memengaruhi bagaimana organ vital mengelola tekanan di dalam tubuh.
Spesialis bedah toraks dan kardiovaskular BraveHeart-Brawijaya Hospital Saharjo, Dr dr Amin Tjubandi, SpBTKV, memaparkan bahwa tidur bermutu dapat memangkas tingkat stres dan meringankan beban kerja organ tubuh.
Sebaliknya, kondisi tubuh yang kurang beristirahat akan memaksa organ internal, termasuk jantung, untuk bekerja lebih keras dari kapasitas normalnya.
"Dalam artian bahwa sebenarnya dari tidur itu kan hubungannya kualitas tidur. Jadi kalau kualitas tidur kita baik, tentunya faktor stresnya mungkin akan lebih rendah," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow