Pakar Ungkap Perbedaan Probiotik dan Prebiotik untuk Kesehatan Usus
Manfaat probiotik untuk kesehatan saluran pencernaan manusia telah dibuktikan melalui berbagai studi ilmiah. Mikroorganisme hidup ini memiliki fungsi krusial dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, seperti dikutip dari Detik Health. Meski produk minuman olahan komersial menjamur, masyarakat diimbau tidak hanya terpaku pada klaim probiotik semata.
Sebab, sebagian produk minuman probiotik kemasan kerap ditambahkan gula dalam kadar tinggi demi mendongkrak cita rasa.
Proses fermentasi produk memang memerlukan gula, namun pengawasan terhadap asupan kalori secara menyeluruh tetap mendasar. Pilihan alternatif yang lebih rendah gula sebenarnya telah tersedia di pasaran, walaupun umumnya kurang populer lantaran rasanya tidak terlalu manis.
Mendapatkan asupan bakteri baik tidak harus mengandalkan minuman kemasan yang tinggi pemanis. Bahan pangan tradisional seperti tempe, kimchi, kefir, hingga yogurt tanpa gula tambahan menjadi opsi sumber probiotik alami yang melimpah.
Walaupun profil rasanya berbeda, kandungan mikroorganisme menguntungkan di dalamnya tetap memberikan dampak positif bagi tubuh.
Memahami Perbedaan Probiotik dan Prebiotik
Keseimbangan ekosistem pencernaan ternyata tidak hanya bertumpu pada pasokan probiotik semata.
Terdapat unsur lain yang memegang peranan tidak kalah penting namun jarang disorot, yakni prebiotik. Secara mendasar, probiotik merujuk pada bakteri baik itu sendiri, sedangkan prebiotik merupakan asupan makanan bagi bakteri tersebut. Prebiotik berwujud serat pangan khusus yang tidak dapat dicerna oleh organ lambung manusia.
Saat zat ini berhasil mencapai area usus besar, komponen serat langsung menjadi sumber energi bagi bakteri baik di sana.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan gastroenterologi-hepatologi, Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, menguraikan mekanisme kerja prebiotik. "Prebiotik menumbuhkan bakteri-bakteri yang bagus dan itu akan memberikan dampak yang lebih baik," kata dr Rino saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Efek dari prebiotik ini bekerja secara tidak langsung melalui stimulasi pertumbuhan bakteri menguntungkan dan perbaikan kondisi usus.
Variasi Makanan Kaya Serat Prebiotik
Berbeda dengan probiotik yang identik pada produk fermentasi, prebiotik tersebar luas dalam menu makanan sehari-hari. Aneka bahan pangan seperti pisang, gandum utuh, oat, bawang putih, bawang bombai, asparagus, kacang-kacangan, serta buah kaya serat adalah sumbernya. Konsumsi rutin bahan alami ini efektif menyuplai nutrisi bagi mikrobiota usus sekaligus memenuhi kebutuhan serat harian.
Kelebihan utama dari sumber prebiotik alami ini ialah bebas dari tambahan gula pasir layaknya produk minuman olahan modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow