Kemenkes Antisipasi Kenaikan Harga Obat akibat Pelemahan Rupiah
Kementerian Kesehatan mengantisipasi potensi lonjakan harga obat di dalam negeri akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pada pertengahan pekan lalu. Kenaikan biaya produksi tersebut dinilai tidak dapat dihindari karena industri farmasi masih bergantung pada material luar negeri. Pernyataan terkait keniscayaan lonjakan harga tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalucia, dilansir dari Detik Health.
Pihak kementerian juga telah mengundang para pelaku industri farmasi untuk berdiskusi demi menghitung batas maksimal kenaikan harga. Penyesuaian anggaran ini menyasar sektor produksi yang paling terdampak oleh pergerakan mata uang asing. Komponen utama yang mengalami tekanan biaya mencakup ketersediaan bahan baku serta pembungkusan produk kesehatan.
"Kita sudah menghitung. Komponen yang terdampak kenaikan itu bahan baku dan bahan kemas. Bahan baku dan bahan kemas atau cost of goods sold (COGS), biaya produksi, porsinya sekitar 40 persen dari harga obat," kata Rizka dikutip dari detikHealth.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga membenarkan adanya potensi kenaikan harga obat dalam situasi ekonomi tersebut. Kendati demikian, Budi menegaskan bahwa pergeseran harga tidak akan bergerak sebanding secara langsung dengan nilai fluktuasi rupiah terhadap dolar. Penyesuaian nilai jual komoditas medis ini nantinya dipengaruhi oleh harga pasaran internasional untuk sebagian komponen utama. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kategori produk yang akan merasakan dampak paling signifikan, yaitu obat-obatan dengan bahan baku impor serta obat konsumsi jangka panjang.
Kerentanan sektor medis ini turut mendapat sorotan dari pengamat kesehatan global dari Griffith University, Dicky Budiman. Dicky menyatakan bahwa tingginya ketergantungan pasokan material dari luar negeri membuat struktur industri farmasi domestik sangat sensitif terhadap gejolak kurs, sehingga isu ini menjadi bagian dari ketahanan kesehatan nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow