Donald Trump Menginjak Usia 80 Tahun dan Ini Dampak Penuaan pada Tubuh Lansia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memasuki babak baru dalam hidupnya setelah merayakan ulang tahun yang ke-80 pada 14 Juni. Tonggak sejarah usia ini menjadikannya salah satu orang tertua di puncak politik AS, mengikuti jejak Joe Biden yang juga menginjak usia 80 tahun saat menjabat. Kondisi fisik Donald Trump kini menjadi sorotan publik di tengah padatnya aktivitas politik, seperti dilansir dari Detik Health.
Beberapa gejala fisik seperti kaki yang tampak membengkak serta memar di area tangan memicu diskusi luas mengenai kapasitas fisik seorang lansia. Berdasarkan catatan medis resmi yang pernah dipublikasikan, Donald Trump memiliki beberapa riwayat kondisi kesehatan kronis. Ia tercatat mengidap penyakit jantung koroner ringan akibat penupukan plak pembuluh darah, sehingga rutin mengonsumsi obat penurun kolesterol dosis tinggi.
Selain itu, Donald Trump memiliki riwayat hiperkolesterolemia yang dipengaruhi pola makan, serta obesitas ringan dengan indeks massa tubuh yang meningkatkan beban kerja jantung dan lutut. Ia juga mengidap rosacea yang menyebabkan kemerahan pada wajah.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat angka harapan hidup rata-rata pria adalah 76,5 tahun. Namun, akses medis yang baik membuat sekitar setengah populasi pria saat ini mampu hidup hingga usia 80-an. Pakar penuaan dari University of Alabama, Steven Austad, menyebut jalur penuaan setiap orang sangat bervariasi tergantung genetik dan gaya hidup. Secara umum, terdapat beberapa perubahan biologis yang terjadi pada tubuh di usia 80 tahun menurut literatur medis.
1. Volume Otak Menyusut
Data Harvard Health menunjukkan volume dan berat otak manusia menyusut sekitar 5 persen setiap dekade setelah usia 40 tahun. Proses penyusutan ini berjalan lebih cepat setelah seseorang melewati usia 70 tahun.
Dampaknya, kemampuan komunikasi antar-sel saraf menurun sehingga tugas kognitif membutuhkan waktu lebih lama. Lansia pada usia ini umumnya akan lebih sering kesulitan mengingat kata-kata, nama orang, atau judul film.
Meski demikian, terdapat kelompok lansia "super-agers" yang memiliki kapasitas memori setara orang usia 50 tahun. Hal ini terjadi karena proses penyusutan otak mereka berjalan jauh lebih lambat.
2. Pengerasan Pembuluh Darah
Mayo Clinic menjelaskan bahwa pembuluh darah arteri cenderung menjadi lebih kaku seiring bertambahnya usia. Kondisi ini memaksa jantung untuk memompa darah dengan tenaga yang jauh lebih keras.
Akibatnya, jantung tidak dapat berdetak cepat secara optimal saat tubuh mengalami stres fisik atau kelelahan. Perubahan ini meningkatkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, stroke, hingga tekanan darah tinggi.
3. Kepadatan Tulang Merosot
Kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada usia akhir 20-an dan akan melemah drastis saat memasuki usia 80 tahun. Penurunan ukuran dan densitas ini membuat tulang menjadi lebih rapuh.
Kondisi tersebut dibarengi dengan penurunan kekuatan, daya tahan, serta fleksibilitas otot. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan tubuh sehingga membuat lansia sangat rentan terhadap risiko terjatuh dan patah tulang.
Untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal, para ahli kesehatan merekomendasikan aktivitas fisik ringan secara konsisten minimal 150 menit seminggu. Lansia juga disarankan menjaga pola makan rendah natrium serta tetap aktif bersosialisasi demi memelihara ketajaman otak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow