BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli Hingga September 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering pada bulan Juli sampai September 2026, dilansir dari Detik Health pada Kamis (18/6/2026).
Kondisi kemarau yang lebih kering ini dipicu oleh fenomena El Nino yang diperkirakan terus bertahan dalam jangka waktu panjang. Durasi musim kemarau tersebut diperkirakan akan langsung berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Pihak BMKG memberikan penjelasan resmi mengenai durasi dan persentase peluang kekuatan fenomena cuaca yang sedang terjadi ini.
"BMKG memprediksi fenomena El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode Musim Kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," tutur Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheuwakan.
Selain masalah cuaca panas dan kekeringan, Kementerian Kesehatan RI mengidentifikasi sejumlah gangguan kesehatan yang berisiko muncul akibat memburuknya udara serta berkurangnya air bersih. Penyakit tersebut meliputi demam berdarah dengue (DBD), malaria, diare, kolera, tifoid, leptospirosis, iritasi mata, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), bronkitis, dehidrasi ekstrem, hingga heat stroke.
Kementerian Kesehatan RI turut membagikan panduan menjaga kesehatan tubuh, seperti memeriksa kualitas udara berkala, memakai masker, memperbanyak minum air putih, menghindari alkohol, kafein, serta asap rokok. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melakukan pemberantasan sarang nyamuk 3M plus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow