Tragedi Keracunan Karbon Monoksida Saat Kamping di Posong
Tewasnya satu keluarga di dalam tenda saat kamping di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, menjadi tragedi yang memilukan setelah diketahui bahwa korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida atau CO.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof Tjandra Aditama SpP, mengingatkan bahwa aktivitas berlibur di alam terbuka seperti glamping harus tetap mengutamakan keselamatan. Hal yang membahayakan nyawa bisa muncul ketika wisatawan membawa alat-alat pembakaran ke dalam ruangan demi menghalau udara dingin pegunungan, tanpa menyadari risiko gas beracun yang mengintai.
"Kalau tidur di dalam glamping, di dalam satu kamar dan tidak ada bahan yang membuat pembakaran di situ, maka tentu tidak apa-apa. Masalahnya kan kompornya dibawa masuk ke dalam atau pemanasnya. Nah sementara ruangan tertutup rapat, maka bukan tidak mungkin si pemanas itu, apalagi kalau yang dibakar adalah arang, maka dia mengeluarkan gas CO dan gas CO itu yang dihisap," papar Prof Tjandra saat dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2026).
Ketika gas CO hasil pembakaran arang atau kompor memenuhi ruangan yang tertutup rapat, gas ini akan langsung masuk ke aliran darah dan mengusir oksigen. Akibatnya, seluruh organ tubuh dari kepala hingga kaki mengalami kelaparan oksigen ekstrem (hipoksia hingga asfiksia) yang berujung pada kematian.
Jika seseorang terpapar gas CO dalam kondisi terjaga, tubuh sebenarnya akan merespons lewat sinyal darurat fisik. Namun, sinyal itu lumpuh total jika korban telanjur terlelap.
"Sebenarnya pertanyaannya kalau orangnya sadar, maka pada waktu oksigennya tidak ada, maka dia bisa merasa sakit napas, atau mungkin sakit kepala, atau mungkin mual muntah sehingga dia kemudian sadar ini kenapa ya, dia bisa mencari pertolongan. Tetapi yang terjadi adalah di banyak tempat, orang itu tertidur di dalam ruangan yang tertutup rapat," jelasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow