Polisi Ungkap Penyebab Kematian Satu Keluarga Mahasiswa UGM di Posong
Tragedi tewasnya satu keluarga mahasiswa UGM di dalam tenda saat berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, pada Mei 2026 akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan analisis scientific crime investigation (SCI) oleh Bid Dokkes Polda Jawa Tengah, para korban dinyatakan meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida (CO). Seperti diberitakan oleh Detik Health, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP, memaparkan fatalnya gas CO secara medis.
Senyawa karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak memiliki aroma, rasa, maupun warna, sehingga kerap dijuluki sebagai pembunuh senyap atau silent killer.
Zat ini berbahaya lantaran mengikat hemoglobin di dalam darah dengan daya ikat jauh lebih kuat daripada oksigen, sehingga organ vital kekurangan pasokan udara bersih. "CO ini punya kemampuan untuk mengingat hemoglobin lebih kuat daripada oksigen. Artinya kalau ada CO masuk, ada oksigen masuk maka CO yang pinter yang bisa mengingatkan dirinya ke hemoglobin. Artinya yang diedarkan ke seluruh tubuh tidak ada oksigennya," urai Prof Tjandra.
"Karena oksigennya tidak bisa masuk, dari kepala sampai kaki tidak mendapatkan oksigen, akhirnya bisa menimbulkan kejadian-kejadian yang kerusakan sel sampai menimbulkan kematian," sambung dia. Gas tersebut membajak sistem peredaran darah hingga seluruh jaringan tubuh dari kepala sampai kaki mengalami kelaparan oksigen ekstrem.
Kondisi ini bermula dari hipoksia hingga berlanjut menjadi asfiksia atau gagal napas total yang memicu kerusakan sel permanen. Prof Tjandra menyebutkan bahwa insiden keracunan gas CO paling sering terjadi di saat korban sedang beristirahat atau tertidur lelap. Situasi tersebut membuat refleks pertahanan alami tubuh tidak aktif, ditambah karakteristik CO yang tidak disadari oleh korbannya.
"Yang kejadian di glamping atau di mobil itu biasanya orangnya istirahat. Jadi pada waktu awal memang dia tidak begitu terasa, tapi sambil istirahat itu, sambil kemasukan CO sedikit demi sedikit, orangnya tertidur. Sehingga tidak terasa dia tetap menghisap CO yang akhirnya memicu kefatalan," ucapnya.
Efek kantuk karena minimnya pasokan oksigen berpadu dengan kondisi tubuh yang terlelap membuat korban langsung beralih dari kantuk ringan menuju koma.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow