Satu Pelari Jakarta International Marathon 2026 Meninggal Dunia

Smallest Font
Largest Font

Seorang peserta ajang BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 dilaporkan meninggal dunia dan puluhan pelari lainnya tumbang di lintasan akibat cuaca ekstrem saat kompetisi berlangsung di Jakarta pada Minggu, 14 Juni 2026.

Peristiwa duka tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh pihak penyelenggara melalui pengumuman di media sosial terkait identitas peserta yang tutup usia, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

"Turut berduka cita atas meninggalnya Agus Putranadi (1997-2026) pada Minggu, 14 Juni 2026," tulis akun BTN Jakim di Instagram.

Berdasarkan penelusuran, penumpukan peserta yang mengalami masalah fisik mayoritas terjadi pada kategori Marathon. Para pelari tersebut tumbang karena berbagai kendala fisik, mulai dari cedera otot, sengatan panas (heatstroke), hingga kegagalan memenuhi batas waktu lomba (Cut-Off Time) maupun batas titik evakuasi (Cut-Off Point).

Sebelum pelaksanaan lomba, pihak manajemen BTN Jakim 2026 sebenarnya telah merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di lapangan serta mengimbau seluruh peserta untuk mengantisipasi serangan panas.

"Kami sepenuhnya berkomitmen untuk memastikan respons medis yang aman dan lancar untuk semua orang. Jika Anda atau seorang pelari lain merasa tidak enak badan, silakan segera mencari tenda medis terdekat atau hubungi hotline darurat kami," tulis akun BTN Jakim.

Kendati demikian, sejumlah peserta yang mengikut ajang tersebut memberikan kesaksian mengenai banyaknya pelari yang tergeletak di sepanjang jalur perlombaan menuju garis finis.

"Innalillahiwainalillahi rojiun, turut berdukacita.... mulai KM 17 banyak yg geletak di jalan, KM 20 sampe msuk GBK suara ambilance nya banyak bgt," tulis akun @risma*** di platform Threads.

Selain laporan mengenai banyaknya korban tumbang, pihak panitia juga menerima kritik tajam dari para peserta terkait keterlambatan dan kelangkaan penanganan tim medis di titik-titik kritis lintasan.

"udah setengah jam medis ditelfonin sama marshall ga diangkat & ga dateng dateng. dari mas nya lemes, bangun lagi, lemes lagi, sampe ga responsif. nanya ke marshall lainnya medis mana, katanya "gaada kak"??? masa di kilometer kritis tp medis susah bgt ditemuin???" tulis akun lain.

Peserta yang meninggal dunia serta para pelari yang mengalami cedera parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif, di mana beberapa di antaranya dilaporkan harus masuk ke ruang ICU.

"after race jakim masih banyak yg di IGD guys, ada yg pindah ke ICU, dan udh ada yg meninggal jg, mari kita berdoa bersama sama guys," tulis akun lain.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Putra Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow