Kandungan Nutrisi Keju Cheddar Mozzarella dan Parmesan Menentukan Pilihan Terbaik
Kandungan gizi pada keju sangat dipengaruhi oleh perbedaan bahan baku, proses pembuatan, hingga lama masa pematangan. Karakteristik ini membedakan jumlah protein, lemak, natrium, serta mineral di dalamnya. Dilansir dari Detik Health, tidak ada satu jenis keju yang bisa diklaim paling sehat untuk semua orang.
Pemilihan jenis keju yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing individu. Kualitas gizi produk olahan susu ini umumnya diukur dari beberapa komponen utama. Komponen tersebut meliputi kadar protein, kalsium, lemak jenuh, natrium, serta tingkat pemrosesannya.
Protein dan kalsium menjadi keunggulan utama makanan ini karena mendukung pembentukan jaringan tubuh serta menjaga kesehatan gigi dan tulang. Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), sekitar 99 persen kalsium tubuh tersimpan pada tulang dan gigi.
Namun, konsumen juga perlu memerhatikan kadar lemak jenuh dan natrium di dalamnya. WHO menganjurkan pembatasan asupan lemak jenuh di bawah 10 persen dari total energi harian untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular. Tinjauan dalam Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety menyebutkan garam berfungsi membentuk tekstur, rasa, dan mengawetkan keju. Proses tersebut sekaligus memicu tingginya kadar natrium, sehingga konsumsinya harus dibatasi oleh orang tertentu.
Tingkat pemrosesan juga memengaruhi kualitas makanan ini. Keju olahan yang menggunakan garam pengemulsi biasanya memuat natrium lebih tinggi daripada versi alami.
Perbandingan Profil Gizi Tiga Jenis Keju
1. Mozzarella
Berdasarkan data USDA FoodData Central, setiap 100 gram mozzarella susu penuh mengandung sekitar 300 kalori, 22,2 gram protein, dan 22,4 gram lemak. Jenis ini memiliki kadar air yang lebih tinggi.
Kadar air yang melimpah membuat energi dan lemak mozzarella cenderung lebih rendah dibandingkan jenis cheddar atau parmesan. Meski demikian, konsumsinya tetap harus disesuaikan karena masih mengandung lemak jenuh dan natrium.
2. Cheddar
Cheddar dikenal sebagai salah satu varian yang sangat padat gizi. Data USDA menunjukkan bahwa dalam 100 gram cheddar tersimpan sekitar 25 gram protein, 710 mg kalsium, dan 33 gram lemak.
Proses pematangan membuat kadar lemak jenuh dan natrium cheddar relatif lebih tinggi daripada keju segar. Oleh karena itu, porsi konsumsinya perlu diperhatikan bagi yang sedang membatasi garam atau lemak jenuh.
3. Parmesan
Parmesan menunjukkan kepadatan gizi yang sangat tinggi karena melalui proses pematangan yang panjang. Data USDA FoodData Central mencatat setiap 100 gram parmesan mengandung 35,8 gram protein dan 1.184 mg kalsium.
Proses penuaan yang lama mengurangi kadar air sehingga zat gizi menjadi sangat terkonsentrasi. Berdasarkan standar National Institutes of Health (NIH), kebutuhan kalsium dewasa usia 19-50 tahun adalah 1.000 mg per hari.
Jumlah kalsium pada 100 gram parmesan sudah melampaui kebutuhan harian tersebut. Akibat kandungan natriumnya yang tinggi, parmesan umumnya hanya dijadikan taburan atau pelengkap hidangan dalam porsi kecil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow