Polusi Udara Memburuk Tangerang Selatan Duduki Posisi Teratas
Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia dilaporkan kembali mengalami penurunan yang signifikan. Kawasan Tangerang Selatan dan sekitarnya menempati peringkat tertinggi sebagai wilayah dengan tingkat polusi udara terburuk, seperti dikutip dari Detik Health berdasarkan data IQ Air pada pukul 09:30 WIB. Kadar polusi yang terdeteksi di beberapa kota bahkan melonjak hingga berkali-kali lipat melampaui batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Wilayah Serpong menorehkan angka indeks kualitas udara (AQI) tertinggi mencapai 191, sementara Kota Tangerang Selatan berada di posisi berikutnya dengan AQI sebesar 190.
Kondisi kedua wilayah tersebut masuk dalam kategori tidak sehat sehingga berisiko memicu gangguan kesehatan bagi masyarakat. Dampak buruk polusi ini terutama mengintai kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Indeks kualitas udara pada rentang 151 hingga 200 menunjukkan adanya potensi peningkatan efek samping pada organ jantung dan paru-paru publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera membatasi atau menunda aktivitas yang dilakukan di luar ruangan.
Di sisi lain, Kota Bandung mencatat AQI sebesar 153 yang membuatnya melampaui posisi Jakarta dengan angka polusi sebesar 122 pagi ini.
| Peringkat | Kota/Wilayah | Indeks Kualitas Udara (AQI) |
|---|---|---|
| Serpong | 191 | Tangerang Selatan |
| 190 | Bandung | 153 |
| Jakarta | 122 | Tangerang |
| 108 | Pekanbaru | 62 |
Selain tingginya angka AQI, lonjakan konsentrasi partikel halus berupa PM2.5 di kota-kota tersebut juga memicu kekhawatiran besar.
PM2.5 adalah partikel mikroskopis berbahaya yang mampu menembus ke dalam paru-paru hingga ikut mengalir bersama darah. Paparan polutan ini dalam jangka panjang berisiko menaikkan potensi penyakit asma, jantung, stroke, kanker paru-paru, hingga risiko kematian dini. Rata-rata konsentrasi PM2.5 pada daerah terpolusi pagi ini dilaporkan menyentuh angka enam kali lipat melebihi ambang batas tahunan WHO.
Situasi ini menegaskan bahwa masyarakat terus terpapar oleh udara kotor pada level yang membahayakan kesehatan jika berlangsung konstan.
Tingginya tingkat polusi di Tangerang Selatan sebenarnya bukan merupakan fenomena yang baru terjadi. Sepanjang tahun 2025, kota satelit ini terus berada di jajaran wilayah dengan mutu udara paling buruk di Indonesia versi pemantauan global.
Padatnya volume kendaraan bermotor, keberadaan area industri, ekspansi pembangunan, serta faktor cuaca dituding menjadi penyebab utamanya. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa kota lain di Pulau Jawa yang mendominasi daftar akibat tingginya populasi dan roda ekonomi.
Meskipun demikian, kualitas udara yang bertolak belakang justru tercatat di kawasan Sulawesi Barat. Kota Mamuju muncul sebagai salah satu daerah dengan kualitas udara paling bersih dan aman di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan yang bersih tetap bisa dijaga pada wilayah dengan tingkat urbanisasi dan industrialisasi yang rendah.
Para pakar kesehatan mengimbau warga di area berpolusi tinggi untuk memakai masker pelindung partikel halus dan memantau kondisi udara secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow