Badan Gizi Nasional Hentikan Operasional 18 Satuan Pelayanan di Tulungagung

Smallest Font
Largest Font

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu (14/6/2026). Langkah tegas ini diambil setelah hasil evaluasi mendalam menemukan sejumlah pelanggaran administratif dan teknis di lapangan.

Dilansir dari Detik Health, penghentian tersebut dipicu oleh sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar baku serta adanya dugaan praktik monopoli oleh pemasok bahan pangan. Selain itu, langkah ini juga dipicu oleh keterlibatan SPPG dalam kejadian luar biasa (KLB) berupa dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi internal menunjukkan bahwa beberapa dapur MBG kedapatan hanya bermitra dengan tiga hingga lima pemasok bahan baku. Keterbatasan jumlah mitra ini berada jauh di bawah ketentuan batas minimal yang mewajibkan setiap satuan layanan untuk bekerja sama dengan sedikitnya 15 pemasok.

"Melalui hasil evaluasi yang kami lakukan menunjukkan ada beberapa SPPG yang hanya memiliki tiga sampai lima supplier. Tentunya ini di bawah ketentuan batas minimal sebanyak 15 supplier," kata Sabrina Mahardika, Koordinator Wilayah BGN Tulungagung.

Kewajiban menggandeng banyak pemasok tersebut diterapkan secara ketat oleh BGN untuk mencegah ketergantungan pada satu pihak tertentu. Kebijakan ini sekaligus dirancang demi menjaga stabilitas pasokan bahan pangan serta menutup celah terjadinya monopoli yang merugikan.

"Terkait dugaan monopoli supplier, BGN telah mengeluarkan aturan agar setiap SPPG harus memiliki minimal 15 supplier agar tidak menguntungkan pihak tertentu," jelas Sabrina Mahardika.

Dapur-dapur pelayanan yang dinilai belum lolos standardisasi kini diwajibkan untuk segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Penghentian sementara operasional ini akan terus diberlakukan hingga manajemen setempat menyelesaikan perbaikan kualitas menu maupun fasilitas pendukungnya.

"Apabila ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan ke BGN pusat," ujar Sabrina Mahardika.

Meski belasan satuan pelayanan dihentikan, BGN memastikan bahwa distribusi program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat tetap berjalan normal. Manajemen langsung mengalihkan pemenuhan gizi para penerima manfaat ke unit SPPG terdekat lainnya yang masih beroperasi secara resmi.

"Untuk penerima manfaat dari SPPG yang di-suspend tidak perlu khawatir karena akan dialihkan ke SPPG lain," kata Sabrina Mahardika.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Putra Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow