Tangsel Respons Cepat Kasus Dugaan Pelecehan di SDN Rawabuntu

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, langsung mendatangi SD Negeri Rawabuntu 01, Serpong. Tujuannya memastikan penanganan kasus dugaan pelecehan seksual oleh tenaga pengajar ditangani serius dan berpihak pada korban.

Dalam kunjungan tersebut, Pilar didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Pilar menyatakan kehadiran pemerintah untuk memperoleh informasi lengkap dan memastikan para siswa korban mendapat perhatian maksimal.

"Hari ini saya datang langsung ke sekolah, berdiskusi dan berbicara dengan kepala sekolah untuk mendapatkan informasi utuh terkait apa yang terjadi. Kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian dan pelaku saat ini telah diamankan," ujar Pilar, Rabu (21/1/2026).

Ia mengungkapkan, 25 siswa telah melapor dan sedang menjalani pendalaman oleh pihak berwenang.

Pemerintah Kota Tangsel, lanjut Pilar, memberikan pendampingan psikologis, konseling, dan dukungan mental kepada para korban dengan melibatkan orang tua.

"Anak-anak sekarang sedang diistirahatkan dulu, untuk mereka melalui proses pemulihan bersama para orang tuanya," tuturnya.

Pilar menegaskan Pemkot Tangsel akan bersikap tegas terkait status tenaga pengajar tersebut. Pemecatan akan dilakukan jika kepolisian menetapkan status hukum resmi sebagai tersangka.

Pilar juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran awal, terduga pelaku pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2011. Pemkot Tangsel kini melakukan screening dan assessment menyeluruh terhadap latar belakang seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan.

"Kasus pelecehan seksual ini sangat berbahaya. Dampaknya bukan hanya trauma, tapi juga bisa merusak mental dan moral anak-anak kita di masa depan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual," tegas Pilar.

Ia menambahkan, seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum tanpa intervensi. Menurutnya, kasus ini harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh ASN, khususnya tenaga pendidik.

Pengawasan dan Pencegahan

Sebagai langkah pencegahan, Pilar menekankan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Ia meminta agar aktivitas tambahan tidak lagi dilakukan di ruang tertutup dan harus berada dalam pengawasan terbuka.

Selain itu, Pemkot Tangsel menargetkan 100 persen pemasangan dan pengaktifan CCTV di seluruh ruang kelas, lorong, dan ruang guru pada tahun ini. Pilar menegaskan kepala sekolah bertanggung jawab memastikan seluruh CCTV berfungsi aktif.

"Saya minta nanti semua CCTV itu aktif, jangan ada CCTV yang tidak aktif. Supaya pengawasan itu bisa dilakukan, dan tidak ada orang yang berani untuk melakukan itu," ujarnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, agar meningkatkan pengawasan dan membangun sistem perlindungan anak yang kuat.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: berita.tangerangselatankota.go.id without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Putra Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow