Kasus Pencabulan Terungkap di Serpong, Belasan Murid SD Jadi Korban
Kasus dugaan pencabulan terhadap belasan murid sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencuat. Jumlah korban diperkirakan lebih banyak dari laporan yang masuk, mengindikasikan fenomena gunung es.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, mengakui kompleksitas kasus ini. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Mapolres setempat, Rabu (21/1/2026).
Menyusul kasus serupa yang pernah terjadi di Ciputat, Deden menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi terhadap potensi pencabulan.
“Kami sedang cek sekolah-sekolah sebelumnya, apakah ada riwayat seperti ini atau tidak,” ujar Deden.
Imbauan kepada Siswa
Deden mengimbau seluruh peserta didik di Kota Tangsel untuk berani melaporkan jika mengalami perbuatan yang merugikan. Ia mengingatkan bahwa pelaku seringkali licik dalam menyembunyikan tindakan kejahatannya.
Menurut Deden, pelaku bahkan memiliki siasat untuk menghindari pengungkapan, seperti mengiming-imingi atau mengancam korban.
“Misalnya dia wali kelas, punya kewenangan, bisa mengancam anak supaya tidak mengadu,” jelasnya.
Deden berharap kasus pencabulan terhadap anak tidak terulang di Kota Tangsel dan jumlah korban tidak bertambah. Ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban untuk mencegah trauma.
Penangkapan Pelaku
Seorang wali kelas IV sekolah dasar negeri di Kecamatan Serpong, berinisial YP (54), telah diamankan polisi. Ia diduga melakukan pencabulan terhadap murid-muridnya, dan 16 orang tua/murid telah membuat laporan resmi.
“Berdasarkan pendalaman sudah dilakukan terduga pelaku sejak tahun 2023 hingga awal tahun ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow