Dinas Kesehatan Tangsel Catat Kenaikan Kasus Stunting

Smallest Font
Largest Font

Masalah gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak tidak ideal atau stunting mengalami peningkatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Faktor pemicu masalah ini sangat beragam, mulai dari kondisi kesehatan ibu hingga pola hidup masyarakat.

Seperti dikutip dari Kabar6, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan bahwa beberapa penyebab utama meliputi ibu hamil dengan kurang energi kronis, anemia, penyakit menular, serta pemenuhan gizi yang tidak seimbang. Faktor lain yang berpengaruh adalah rendahnya kepesertaan KB pasca salin, paparan asap rokok, urbanisasi, dan minimnya edukasi publik terkait stunting.

“Kemudian urbanisasi penduduk dan pemahaman yang rendah terhadap penyebab stunting,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar kepada kabar6.com, Rabu (16/6/2026).

Berdasarkan data Sigizi Kesga Kota Tangsel tahun 2025, tercatat ada 917 kasus stunting atau setara 0,79 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 0,06 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 867 kasus atau 0,73 persen.

Dilihat dari sebaran wilayah sepanjang 2025, Kecamatan Serpong mencatatkan persentase kasus tertinggi sebesar 1,32 persen. Sebaliknya, wilayah dengan angka terendah berada di Kecamatan Serpong Utara dengan persentase 0,29 persen. Total kasus baru pada tahun 2025 menyentuh angka 68 kasus, yang terbagi rata atas 34 kasus pada rentang usia 0-23 bulan dan 34 kasus pada usia 24-59 bulan.

Merujuk pada data berkala nasional, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Tangsel berada di angka 9,2 persen. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan angka prevalensi sebesar 10,5 persen, yang terdiri dari stunting sebesar 9 persen dan severely stunting sebanyak 1,5 persen.

“Hal ini menunjukkan adanya kenaikan kasus stunting sebesar 1,3 persen,” papar Allin.

Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah menggulirkan puluhan program strategis demi mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Tangsel. Upaya ini mencakup pembagian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, edukasi intensif mengenai 1000 hari pertama kehidupan, serta berbagai pelatihan teknis untuk tenaga medis dan kader kesehatan.

Pelatihan tersebut meliputi konseling menyusui, manajemen terpadu balita sakit dan gizi buruk, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga orientasi penggunaan alat antropometri di posyandu. Langkah penanganan juga diperkuat dengan pembentukan Tim Asuhan Gizi di puskesmas dan rumah sakit serta penyediaan jalur rujukan bagi balita yang mengalami stunting, wasting, dan weight faltering.

Dari sisi pencegahan pada remaja dan calon pengantin, dinas terkait melaksanakan skrining anemia dan pembagian tablet tambah darah untuk remaja putri. Gerakan ini didukung oleh Kader Remaja DoReMiFaSoLaSiDo (Duta Remaja Anti Anemia, pahami sobat langkah awal sehat dari diri sendiri) melalui kampanye rutin di lingkungan sekolah, seminar kesehatan, dan posyandu remaja.

Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin dan ibu hamil dengan risiko tinggi turut diintensifkan, termasuk fasilitas USG dasar terbatas oleh dokter umum. Skrining penyakit menular, sosialisasi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pendampingan keluarga berisiko, pembangunan jamban sehat lewat program CSR, hingga pelaksanaan pekan kesehatan di pusat perbelanjaan dan sekolah juga terus berjalan.

“Upaya terakhir atau ke-35 kami intens berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah yang lain di Kota Tangerang Selatan,” papar Allin.

Sinergi lintas sektor di bawah jajaran Pemkot Tangsel ini melibatkan Badan Perencanaan Dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan, serta Dinas Perlindungan Keluarga Berencana. Selain itu, Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, Dinas Pemukiman Dan Pemakaman, Dinas Cipta Karya, Dinas Kominfo, serta Dinas Pendidikan turut mengambil peran.

“Koordinasi ini tentunya terkait konvergensi percepatan penurunan stunting di Tangerang Selatan,” tutup Allin.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: kabar6.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Putra Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Paling Banyak Dilihat