FIFA Terapkan Jeda Minum Resmi Sepanjang Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Aturan jeda minum atau hydration break dipastikan berlaku sepanjang turnamen Piala Dunia 2026. Dikutip dari Detik Health, FIFA mengumumkan kebijakan ini diambil untuk menjaga kondisi fisik para pesepakbola yang bertanding. Kebijakan tersebut menetapkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 akan dihentikan sementara selama tiga menit di tengah babak.

Jeda ini dijadwalkan secara spesifik pada menit ke-22 dan menit ke-65. Langkah ini diambil FIFA setelah melakukan evaluasi pada pelaksanaan Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat. Saat itu, para pemain dan tim pelatih Chelsea mengeluhkan sulitnya bertanding dalam kondisi cuaca yang sangat panas.

Meskipun regulasi ini menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026, penerapan jeda minum sebenarnya bukan hal baru dalam sepakbola. Sejarah mencatat momen hydration break resmi pertama kali terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Forbes mencatat jeda minum tidak resmi sempat dilakukan lebih dulu pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2014. Momen itu terjadi saat laga antara Amerika Serikat melawan Portugal di Manaus yang berlangsung dalam cuaca panas dan lembap. Efek positif dari jeda tersebut membuat otoritas berwenang meresmikan aturan ini pada turnamen yang sama. Pertandingan babak 16 besar antara Belanda dan Meksiko di Fortaleza menjadi laga pertama yang menerapkan jeda minum resmi saat suhu udara mencapai 39°C.

Sebelum kompetisi di Brasil itu dimulai, pengadilan ketenagakerjaan setempat mengeluarkan perintah hukum. Mereka mewajibkan FIFA memberlakukan jeda minum jika indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) menyentuh atau melewati angka 32°C. Indeks WBGT sendiri berbeda dengan termometer biasa karena menghitung kalkulasi komposit. Penilaiannya menggabungkan suhu udara, tingkat kelembapan, kecepatan angin, hingga intensitas pancaran sinar matahari langsung.

Penerapan aturan ini krusial untuk menekan risiko heatstroke yang berbahaya bagi kesehatan pemain. Selain itu, kondisi fisik yang drop dinilai dapat menurunkan kualitas hiburan dalam pertandingan sepakbola.

Munculnya Perdebatan

Mekanisme aturan ini berjalan saat wasit meniup peluit pada menit ke-22 di setiap babak untuk menghentikan laga. Pemain diberikan waktu tiga menit sebelum peluit kedua ditiup sebagai tanda pertandingan dilanjutkan kembali.

Kehadiran regulasi ini sempat memicu perdebatan panjang. Aspek bisnis hiburan yang khawatir siaran televisi terganggu harus berhadapan dengan aspek keselamatan medis para atlet. Sejumlah stasiun televisi memanfaatkan jeda tiga menit tersebut untuk menayangkan iklan.

Hal ini sempat memicu kritik dari penonton yang merasa jalannya pertandingan yang seru menjadi terputus. Kritik lain muncul dari pihak yang menilai jeda ini membuat laga sepakbola seperti terbagi menjadi empat kuarter. Format tersebut dikhawatirkan dapat merusak ritme permainan yang sedang berjalan.

Namun dari sisi teknis olahraga, para pelatih justru diuntungkan oleh regulasi ini. Mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk memberikan instruksi strategi yang mendalam, serupa dengan sistem timeout pada bola basket.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Putri Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow